Sosialisasi Siaga Kebakaran: Pelatihan Pemadaman Dini Bareng PMI Surabaya

Kebakaran merupakan salah satu ancaman yang paling nyata di wilayah perkotaan padat penduduk seperti Surabaya. Kurangnya pemahaman mengenai pencegahan dan tindakan pertama saat melihat api kecil sering kali berujung pada kerugian materi yang besar bahkan kehilangan nyawa. Menanggapi tantangan ini, diadakanlah kegiatan Sosialisasi Siaga Kebakaran yang melibatkan peran aktif masyarakat di tingkat kelurahan dan RW. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara dinas terkait dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Surabaya untuk memberikan edukasi yang lebih humanis dan taktis dalam menghadapi bencana api di lingkungan permukiman.

Poin krusial dalam sosialisasi ini adalah menghilangkan rasa panik saat melihat api. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai segitiga api (oksigen, bahan bakar, dan panas) agar mereka tahu bagaimana cara memutus rantai pembakaran tersebut. Melalui sosialisasi yang intensif, warga Surabaya diajak untuk lebih peduli pada instalasi listrik di rumah masing-masing, yang selama ini menjadi penyebab utama kebakaran. Pencegahan adalah langkah paling murah dan efektif, namun kesiapsiagaan tetap menjadi hal yang wajib dimiliki oleh setiap kepala keluarga untuk melindungi aset dan orang-orang tercinta dari bahaya kebakaran yang bisa datang kapan saja.

Materi inti dalam kegiatan ini adalah pelatihan pemadaman dini menggunakan alat yang ada di rumah maupun alat pemadam api ringan (APAR). Peserta diajarkan teknik menggunakan karung goni basah untuk menutup sumber api pada kompor gas atau tumpahan minyak di dapur. Teknik ini memerlukan keberanian dan ketenangan, yang mana dilatih secara langsung melalui simulasi api terkontrol. Dengan latihan ini, warga tidak lagi langsung menyiramkan air ke api yang berasal dari minyak atau korsleting listrik, karena tindakan tersebut justru sangat berbahaya dan dapat memperluas kobaran api secara mendadak.

Kerja sama dengan PMI Surabaya memberikan dimensi tambahan dalam sosialisasi ini, yaitu mengenai pertolongan pertama bagi korban luka bakar dan sesak napas akibat asap. Dalam situasi kebakaran, sering kali korban jatuh pingsan karena menghirup gas beracun sebelum api menyentuh tubuhnya. Relawan PMI memberikan instruksi mengenai cara mengevakuasi korban dari ruangan yang berasap dengan cara merangkak dan cara memberikan bantuan oksigen dasar. Sinergi antara pemadaman api dan pertolongan medis ini menciptakan paket lengkap kesiapsiagaan masyarakat perkotaan dalam menghadapi ancaman kebakaran di wilayah Jawa Timur.