Ancaman kekeringan yang melanda beberapa wilayah di Kalimantan sering kali berdampak pada krisis kebutuhan dasar bagi masyarakat perdesaan dan pinggiran kota. Untuk memberikan respon cepat, lembaga kemanusiaan di wilayah ini telah menyiagakan armada tangki guna menyalurkan bantuan ke titik-titik yang paling terdampak. Program strategis PMI Kalimantan Selatan difokuskan pada upaya distribusi air bersih bagi ribuan kepala keluarga yang sumber airnya telah mengering atau tercemar. Langkah darurat ini menjadi prioritas utama saat kemarau panjang berlangsung, di mana petugas lapangan juga terus memberikan panduan kesehatan lingkungan guna memastikan warga tetap dapat menjaga kebersihan diri dan terhindar dari wabah penyakit meskipun ketersediaan pasokan air dari alam sedang mengalami penurunan drastis.
Krisis air bersih merupakan masalah serius yang dapat memicu munculnya berbagai penyakit saluran pencernaan jika tidak segera ditangani. Banyak warga yang terpaksa menggunakan air sungai yang tidak layak konsumsi karena tidak memiliki pilihan lain. Oleh karena itu, bantuan air bersih dari PMI disalurkan secara terjadwal ke bak-bak penampungan umum di desa-desa. Air yang didistribusikan telah melalui pengujian kualitas laboratorium agar aman digunakan untuk memasak dan kebutuhan higienitas pribadi lainnya. Armada tangki PMI bekerja tanpa lelah, sering kali harus menempuh medan yang berdebu dan sulit dijangkau untuk memastikan bantuan sampai ke tangan masyarakat yang paling membutuhkan.
Selain distribusi langsung, PMI Kalimantan Selatan juga melakukan edukasi mengenai cara penghematan air kepada masyarakat. Warga diajak untuk memprioritaskan penggunaan air hanya untuk kebutuhan yang paling esensial dan menghindari pemborosan. Sosialisasi ini penting agar cadangan air yang disalurkan dapat mencukupi kebutuhan seluruh warga hingga jadwal pengiriman berikutnya. Relawan juga memberikan pelatihan sederhana mengenai teknik penyaringan air secara tradisional namun efektif sebagai solusi jangka pendek di rumah masing-masing. Kesadaran kolektif untuk berbagi sumber daya yang terbatas menjadi kunci keharmonisan masyarakat di tengah tekanan bencana kekeringan.