Bulan Ramadhan adalah momentum yang tepat untuk berbagi kebaikan, tidak hanya dalam bentuk materi, tetapi juga dalam bentuk spiritual. PMI Surabaya menginisiasi sebuah program unik yang menyentuh sisi religius masyarakat, yaitu program tebar Iqra dan Al-Quran. Melalui inisiatif ini, para relawan berupaya untuk mendukung akses literasi agama bagi anak-anak di panti asuhan, masjid pelosok, serta keluarga prasejahtera yang berada di wilayah Surabaya, agar mereka dapat belajar mengaji dengan fasilitas yang layak.
Bagi para relawan, program ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap pendidikan karakter generasi muda di bulan yang suci ini. Mereka menyadari bahwa banyak anak-anak yang memiliki keinginan kuat untuk mempelajari Al-Quran, namun terhambat oleh minimnya ketersediaan kitab suci atau buku belajar Iqra yang layak. Melalui aksi sosial ini, kebutuhan tersebut dipenuhi dengan menyalurkan ratusan paket bantuan ke berbagai titik yang membutuhkan. Inisiatif Tebar Iqra ini menjadi jembatan bagi anak-anak untuk semakin giat dalam mendalami ilmu agama dengan lebih nyaman.
Selain menyalurkan bantuan fisik, para relawan juga meluangkan waktu untuk mendampingi proses belajar mengaji bersama anak-anak. Suasana belajar menjadi lebih akrab dan penuh semangat, terutama saat para relawan berbagi cerita tentang nilai-nilai kasih sayang dan tolong-menolong yang merupakan esensi dari ajaran Islam sekaligus misi dari kemanusiaan Palang Merah. Pendekatan ini menunjukkan bahwa organisasi kemanusiaan tidak hanya fokus pada medis, tetapi juga sangat peduli terhadap pertumbuhan spiritual dan moral masyarakat.
Keberhasilan program ini selama Ramadhan tidak lepas dari antusiasme para donatur yang menyambut baik ajakan berbagi dari PMI Surabaya. Partisipasi masyarakat dalam menyumbang Al-Quran dan Iqra membuktikan bahwa semangat kedermawanan warga kota sangat tinggi. PMI bertindak sebagai katalisator yang memastikan bahwa setiap bantuan yang masuk disalurkan tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Koordinasi yang rapi antar divisi di internal organisasi memungkinkan pendistribusian berjalan lancar, menjangkau sudut-sudut kota yang jarang tersentuh bantuan serupa.
Banyak pihak yang mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah yang sangat humanis. Di tengah arus modernisasi yang serba cepat, perhatian terhadap aspek literasi agama menjadi sangat relevan dalam menjaga ketahanan moral masyarakat. Dengan membaca Al-Quran, anak-anak tidak hanya belajar tentang tata cara ibadah, tetapi juga diajarkan untuk menjadi pribadi yang sabar, jujur, dan memiliki empati tinggi kepada sesama. Hal ini sejalan dengan prinsip dasar kemanusiaan yang diusung oleh PMI, yakni memberikan pertolongan tanpa membedakan latar belakang, demi mewujudkan kesejahteraan manusia yang menyeluruh.