Keputusan untuk Buka Layanan medis secara cuma-cuma ini didasarkan pada temuan lapangan mengenai tingginya angka kasus karies dan infeksi gusi pada anak-anak panti. Masalah gigi yang tidak tertangani sejak dini dapat berdampak buruk pada pola makan, pertumbuhan fisik, hingga rasa percaya diri anak dalam bergaul. Dengan menyediakan fasilitas yang nyaman dan tenaga dokter gigi yang ramah anak, program ini berupaya memberikan pengalaman medis yang positif. Langkah ini tidak hanya bicara tentang pengobatan, tetapi juga tentang memberikan keadilan akses kesehatan bagi mereka yang kurang beruntung agar tetap bisa memiliki senyum yang sehat dan masa depan yang cerah.
Pelaksanaan Pemeriksaan Gigi rutin ini mencakup berbagai tindakan medis, mulai dari pembersihan karang gigi, penambalan lubang, hingga ekstraksi gigi jika diperlukan. Para relawan medis yang terlibat juga memberikan edukasi intensif mengenai cara menyikat gigi yang benar dan pentingnya menjaga asupan makanan bergizi. Fokus utama dari program ini adalah pencegahan; mencegah kerusakan lebih lanjut jauh lebih baik daripada mengobati rasa sakit yang sudah terlanjur parah. Anak-anak diajarkan untuk tidak takut kepada dokter gigi melalui pendekatan yang edukatif dan penuh kasih sayang, sehingga kunjungan ke klinik menjadi hal yang mereka nantikan.
Kelompok sasaran utama dari gerakan sosial ini adalah para Buka Layanan yang tersebar di berbagai yayasan sosial di seluruh penjuru Surabaya. Petugas melakukan penjemputan atau kunjungan lapangan ke panti-panti asuhan guna memastikan tidak ada anak yang terlewat dalam pemeriksaan berkala ini. Selain perawatan klinis, program ini juga membagikan paket kesehatan gigi yang berisi sikat gigi, pasta gigi, dan buku panduan kesehatan mulut sederhana. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk donatur swasta dan organisasi profesi dokter gigi di Jawa Timur, menjadi pilar utama keberlangsungan operasional layanan ini dalam jangka panjang.
Keberadaan layanan ini di Surabaya menunjukkan bahwa organisasi kemanusiaan memiliki peran yang sangat fleksibel dalam merespons kebutuhan spesifik masyarakat lokal. Kesehatan gigi anak adalah investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dengan gigi yang sehat, anak-anak dapat berkonsentrasi lebih baik saat belajar di sekolah tanpa terganggu oleh rasa nyeri kronis. Hal ini juga membantu mengurangi beban biaya kesehatan pemerintah di masa depan, karena masalah gigi yang kompleks pada orang dewasa biasanya berakar dari pengabaian kesehatan mulut pada masa kanak-kanak.