Tugas perawatan kesehatan tidak selalu harus berakhir di lingkungan rumah sakit. Banyak pasien, terutama lansia atau mereka yang sedang dalam masa pemulihan pasca-operasi, sebenarnya lebih cepat pulih ketika berada di lingkungan rumah yang nyaman dengan dukungan penuh keluarga. Memahami kebutuhan tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur kini gencar mengadakan program Pelatihan perawatan pasien di rumah bagi anggota keluarga yang bertindak sebagai pendamping atau caregiver. Program ini dirancang untuk membekali keluarga dengan keterampilan praktis dalam menangani kebutuhan medis dasar sehari-hari secara aman dan benar.
Materi dalam pelatihan ini mencakup teknik dasar seperti memindahkan pasien dari tempat tidur ke kursi roda, menjaga kebersihan diri pasien (personal hygiene), hingga pemberian obat sesuai dosis yang diinstruksikan oleh dokter. Banyak keluarga yang merasa kebingungan atau cemas saat harus merawat orang terkasih di rumah karena takut terjadi kesalahan teknis yang bisa membahayakan kondisi pasien. Melalui bimbingan langsung dari tenaga medis profesional PMI, para pendamping keluarga diajarkan langkah-langkah sistematis untuk meminimalisir risiko, seperti pencegahan luka tekan (bedsore) pada pasien yang harus berbaring dalam waktu lama.
Selain keterampilan teknis, aspek psikologis juga menjadi fokus dalam Perawatan pasien di rumah. Merawat orang sakit merupakan pekerjaan yang melelahkan secara fisik dan mental. Oleh karena itu, peserta pelatihan diajarkan cara mengelola stres dan mengenali tanda-tanda kelelahan (burnout) pada pendamping itu sendiri. Kesejahteraan caregiver sangat penting karena jika pendamping dalam kondisi sehat dan tenang, maka kualitas perawatan yang diberikan kepada pasien pun akan jauh lebih baik. PMI Jatim menekankan pentingnya komunikasi yang positif antara pendamping dan pasien untuk mempercepat proses penyembuhan secara emosional.
Pelatihan yang dilaksanakan di berbagai wilayah Jatim ini menyasar keluarga dari berbagai latar belakang, mulai dari mereka yang merawat orang tua hingga keluarga yang mendampingi anggota keluarga dengan kondisi penyakit kronis. Instruktur memberikan demonstrasi menggunakan alat peraga medis yang umum ditemukan di rumah, sehingga peserta dapat berlatih dengan kondisi yang realistis. Kesempatan ini juga digunakan sebagai wadah berbagi pengalaman antarpeserta, di mana mereka dapat saling memberikan dukungan moral dalam menjalani peran sebagai pendamping pasien. Kebersamaan dalam pelatihan ini menumbuhkan rasa percaya diri bahwa tugas merawat di rumah adalah tindakan mulia yang bisa dilakukan oleh siapa saja dengan bekal ilmu yang tepat.