Pasar tradisional di Surabaya merupakan pusat urat nadi perekonomian warga yang menyuplai kebutuhan pangan harian bagi jutaan penduduknya. Sebagai kota metropolitan kedua terbesar di Indonesia, Surabaya terus berupaya mentransformasi wajah pasar rakyatnya agar tidak lagi terkesan kotor, becek, dan berbau. Konsep Pasar Surabaya Higienis kini mulai diterapkan secara bertahap di berbagai wilayah untuk menjamin keamanan pangan dan kesehatan bagi pedagang maupun pembeli. Pasar yang bersih bukan hanya meningkatkan nilai estetika kota, tetapi juga menjadi jaminan bahwa bahan makanan yang dikonsumsi masyarakat terbebas dari kontaminasi bakteri dan kuman berbahaya. Langkah ini sangat krusial untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat agar kembali berbelanja di pasar tradisional di tengah maraknya persaingan dengan ritel modern.
Penerapan Standar Baru dalam pengelolaan pasar mencakup penataan zonasi produk yang lebih tertib antara area basah seperti ikan dan daging dengan area kering seperti sembako dan pakaian. Drainase yang lancar dan sistem pembuangan sampah yang terintegrasi menjadi syarat mutlak agar tidak ada air tergenang yang memicu munculnya aroma tidak sedap dan bibit penyakit. Selain infrastruktur fisik, standar baru ini juga mengatur tentang protokol kebersihan pribadi bagi para pedagang, seperti kewajiban mencuci tangan secara teratur dan penggunaan celemek atau sarung tangan saat mengolah bahan makanan segar. Penilaian berkala dilakukan untuk memberikan apresiasi bagi pasar yang berhasil mempertahankan tingkat kebersihan tertingginya, sehingga tercipta iklim kompetisi positif antar pengelola pasar.
Aspek Kebersihan Lingkungan di pasar tradisional juga melibatkan pemantauan kualitas udara dan air secara berkala. Di pasar yang tertutup, sistem ventilasi harus dipastikan bekerja maksimal agar sirkulasi udara tetap segar bagi pengunjung yang padat. Edukasi kepada para pedagang mengenai bahaya penggunaan bahan kimia berbahaya pada makanan serta cara pengelolaan limbah plastik juga menjadi bagian dari gerakan lingkungan sehat ini. Dengan lingkungan pasar yang asri dan higienis, para pedagang dapat bekerja dengan lebih sehat dan produktif tanpa rasa khawatir akan terpapar infeksi lingkungan. Pembeli pun akan merasa lebih nyaman menghabiskan waktu lebih lama untuk mencari kebutuhan mereka, yang pada akhirnya akan mendongkrak pendapatan para pedagang kecil.