Salah satu fondasi utama upaya Palang Merah Indonesia (PMI) dalam menghadapi ancaman bencana adalah melalui Program Mitigasi Bencana berbasis masyarakat. Pendekatan ini mengakui bahwa komunitas lokal adalah garis pertahanan pertama dan paling efektif dalam mengurangi risiko dan dampak bencana. Dengan memberdayakan warga, PMI bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tangguh dari potensi bahaya.
Implementasi Program Mitigasi Bencana ini dimulai dengan asesmen risiko partisipatif. PMI bersama tokoh masyarakat, aparat desa, dan kepolisian setempat mengidentifikasi potensi bahaya di wilayah mereka, seperti area rawan longsor atau jalur banjir. Sebagai contoh, di sebuah desa di lereng Gunung Merapi, PMI bekerja sama dengan 100 warga desa dalam pemetaan risiko, mengidentifikasi 20 titik evakuasi aman dan 5 jalur alternatif pada bulan Maret 2024. Dari asesmen ini, disusunlah rencana kontingensi yang disepakati bersama, termasuk sistem peringatan dini sederhana yang dapat dioperasikan oleh warga sendiri, seperti kentongan atau sirine manual.
Selanjutnya, PMI melatih masyarakat dalam berbagai keterampilan yang krusial saat bencana. Ini mencakup pelatihan pertolongan pertama, teknik evakuasi mandiri, hingga manajemen posko pengungsian. Di sebuah desa pesisir di Sulawesi Selatan, PMI berhasil melatih 75 ibu-ibu dalam kemampuan pertolongan pertama dasar dan cara menyiapkan dapur umum darurat. Pelatihan ini diadakan secara rutin setiap tiga bulan. Selain itu, Program Mitigasi Bencana PMI juga mendorong pembentukan tim siaga bencana tingkat RT/RW yang beranggotakan warga terlatih. Tim ini bertanggung jawab untuk mengoordinasikan respons awal di lingkungan mereka sebelum bantuan dari luar tiba.
Tidak hanya keterampilan praktis, PMI juga mendukung inisiatif masyarakat dalam membangun infrastruktur mitigasi sederhana. Misalnya, di desa-desa yang sering terdampak banjir, PMI memfasilitasi pembangunan tanggul mini dari karung pasir secara gotong royong atau membersihkan saluran air secara berkala. Di daerah rawan kekeringan, PMI memberikan edukasi tentang pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. Semua upaya ini memastikan bahwa masyarakat memiliki alat dan pengetahuan untuk melindungi diri dan aset mereka.
Dengan pendekatan yang mengedepankan partisipasi aktif masyarakat, Program Mitigasi Bencana berbasis komunitas dari PMI menjadi model efektif dalam membangun ketahanan lokal. Ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kolektif yang dimulai dari setiap individu dan keluarga dalam sebuah komunitas.