Lebih dari Sekadar Nasi: Standar Gizi PMI untuk Korban di Pengungsian

Saat masyarakat menjadi korban bencana, hilangnya akses terhadap pangan yang layak merupakan ancaman sekunder yang serius. Meskipun nasi adalah makanan pokok, pemenuhan kebutuhan pangan di pengungsian harus mencakup lebih dari sekadar makanan yang mengenyangkan. Palang Merah Indonesia (PMI) menerapkan Standar Gizi PMI yang ketat dalam setiap pengoperasian Dapur Umum dan distribusi paket bantuan pangan. Standar Gizi PMI dirancang untuk memastikan bahwa korban, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu menyusui, menerima asupan kalori dan nutrisi yang cukup untuk bertahan hidup dan memulihkan diri. Memahami Standar Gizi PMI adalah kunci untuk menjamin bahwa bantuan pangan kemanusiaan benar-benar mendukung pemulihan kesehatan dan psikologis korban bencana.

🍽️ Kebutuhan Kalori dan Komposisi Makronutrien

Standar Gizi PMI mengikuti pedoman internasional yang disesuaikan dengan kebutuhan diet Indonesia.

  • Target Kalori Harian: Dalam fase akut (7 hari pertama), target minimal asupan kalori adalah $2.100\text{ kkal}$ per orang per hari untuk dewasa agar dapat mempertahankan fungsi tubuh dasar dan energi yang diperlukan untuk pemulihan.
  • Komposisi Gizi: Makanan yang disajikan harus mencakup keseimbangan karbohidrat (sumber energi utama), protein (penting untuk perbaikan jaringan), dan lemak. Contoh menu yang ideal adalah nasi (karbohidrat), lauk hewani/nabati (protein, seperti ikan/telur/tahu), dan sedikit sayuran untuk vitamin dan mineral.

👶 Perhatian Khusus untuk Kelompok Rentan

Standar Gizi PMI mencakup protokol khusus untuk memenuhi kebutuhan kelompok yang memiliki kebutuhan diet unik.

  • Bayi dan Balita: Untuk bayi di bawah 6 bulan, PMI secara tegas mempromosikan dan mendukung pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif di tempat pengungsian. Untuk balita di atas 6 bulan, bantuan difokuskan pada makanan pendamping ASI (MPASI) yang kaya gizi, seperti biskuit berfortifikasi dan bubur instan khusus anak.
  • Ibu Hamil dan Menyusui: Kelompok ini menerima tambahan nutrisi dalam porsi khusus (misalnya, tambahan susu, vitamin, atau makanan berprotein tinggi) untuk mendukung kesehatan ibu dan perkembangan janin/bayi. Pada rapat koordinasi logistik pada 11 Maret 2025, diputuskan bahwa 10% dari total porsi harian Dapur Umum harus dialokasikan sebagai porsi ekstra untuk kelompok rentan.

🍏 Mencegah Kekurangan Mikronutrien

Kekurangan mikronutrien (vitamin dan mineral) dapat terjadi dengan cepat dalam kondisi pengungsian yang berkepanjangan.

  • Suplemen dan Fortifikasi: Jika ketersediaan bahan segar terbatas, PMI dapat mendistribusikan vitamin tambahan atau makanan yang telah difortifikasi (diperkaya) untuk mencegah penyakit akibat defisiensi, seperti scurvy atau anemia.
  • Standar Kebersihan: Semua makanan, termasuk makanan olahan di Dapur Umum dan makanan paket, harus terjamin kebersihannya untuk mencegah penyakit bawaan makanan (misalnya, diare) yang dapat memperburuk kondisi gizi korban, terutama pada anak-anak.