Palang Merah Indonesia (PMI) secara konsisten membekali relawan dan masyarakat dengan Keterampilan Penyelamat melalui pelatihan pertolongan pertama yang komprehensif. Kemampuan ini menjadi fondasi penting dalam menghadapi situasi darurat, baik bencana alam maupun kecelakaan sehari-hari, karena penanganan yang cepat dan tepat di menit-menit pertama dapat menyelamatkan nyawa dan mengurangi tingkat keparahan cedera.
Pelatihan Keterampilan Penyelamat yang diselenggarakan PMI dirancang untuk berbagai tingkatan, mulai dari masyarakat umum hingga calon relawan profesional. Materi pelatihan mencakup penanganan luka, patah tulang, pingsan, henti napas, hingga teknik evakuasi dasar. Kursus ini tidak hanya menekankan aspek teoritis, tetapi juga praktikum intensif dengan simulasi skenario realistis. Sebagai contoh, pada program pelatihan yang diadakan setiap hari Sabtu di minggu ketiga setiap bulannya, peserta akan mempraktikkan resusitasi jantung paru (RJP) menggunakan manekin dan simulasi penanganan korban kecelakaan lalu lintas.
Pentingnya Keterampilan Penyelamat ini sangat terasa di daerah-daerah terpencil atau saat terjadi bencana besar yang menghambat akses tim medis profesional. Relawan atau masyarakat yang sudah terlatih dapat menjadi penolong pertama, memberikan pertolongan yang krusial sebelum bantuan lebih lanjut tiba. Misalnya, dalam kejadian tanah longsor pada 10 April 2025 pukul 10.00 WIB, seorang relawan PMI yang berada di dekat lokasi mampu memberikan pertolongan pertama kepada beberapa korban yang tertimbun reruntuhan, hingga tim evakuasi tiba.
PMI juga aktif berkolaborasi dengan instansi lain dalam menyebarkan Keterampilan Penyelamat. Mereka sering memberikan pelatihan kepada anggota kepolisian dari unit Samapta Bhayangkara (Sabhara) Polres setempat, petugas pemadam kebakaran, serta staf dari berbagai perusahaan dan institusi pendidikan. Hal ini bertujuan untuk menciptakan jaring pengaman yang lebih luas di masyarakat. Dengan investasi dalam pelatihan pertolongan pertama, PMI tidak hanya menyiapkan relawannya, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk menjadi penolong pertama bagi diri sendiri dan sesama, membuktikan bahwa setiap orang bisa menjadi pahlawan.