Program Edukasi Pemilahan Sampah ini dirancang dengan metode yang interaktif agar mudah dipahami oleh pedagang maupun pembeli. Fokus utamanya adalah memberikan pemahaman mendasar mengenai perbedaan antara sampah organik, anorganik, dan limbah bahan berbahaya. Banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa pemisahan sejak dari sumbernya akan sangat memudahkan proses daur ulang dan mengurangi beban di tempat pembuangan akhir. Di tengah keramaian, para petugas memberikan penjelasan praktis mengenai bagaimana sisa sayuran dan buah dapat diolah menjadi kompos, sementara plastik dan botol bekas dapat memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan benar melalui bank sampah.
Titik lokasi yang menjadi pusat perhatian dalam gerakan ini adalah kawasan Pasar Beduk yang tersebar di berbagai sudut kota. Pasar musiman ini merupakan denyut nadi ekonomi warga di sore hari, namun juga menjadi penyumbang volume sampah terbesar jika tidak dikelola dengan baik. Melalui pendekatan yang humanis, para relawan mendatangi setiap stan pedagang untuk memberikan kantong sampah terpisah dan menjelaskan cara penggunaannya. Tujuannya adalah agar area pasar tetap bersih dan nyaman bagi pengunjung, sehingga aktivitas jual beli dapat berlangsung secara lebih sehat tanpa gangguan aroma tidak sedap atau pemandangan sampah yang berserakan di jalanan.
Pendekatan kreatif Ala PMI Surabaya ini juga melibatkan penggunaan media komunikasi visual yang menarik dan bahasa lokal yang akrab di telinga warga. Para petugas tidak hanya berdiri di satu titik, tetapi bergerak aktif melakukan “patroli kebersihan” sambil membawa pengeras suara kecil untuk mengingatkan warga agar membuang sampah pada tempatnya. Inisiatif ini merupakan bagian dari tanggung jawab organisasi dalam menjaga kesehatan publik, karena lingkungan yang kotor merupakan sarang bagi berbagai macam penyakit menular. Dengan mengintegrasikan nilai kemanusiaan dan pelestarian lingkungan, Surabaya kembali membuktikan komitmennya sebagai kota yang ramah bagi penghuninya.
Selama kegiatan berlangsung di wilayah Surabaya, respons dari para pelaku usaha mikro sangat beragam namun sebagian besar menyambut dengan positif. Mereka merasa terbantu karena pasar yang bersih justru akan menarik lebih banyak pelanggan. Selain itu, edukasi ini juga mencakup cara pengemasan makanan yang lebih efisien guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai yang berlebihan. Partisipasi aktif dari masyarakat dalam memilah sampah merupakan bentuk dukungan nyata terhadap visi Surabaya sebagai “Green City”. Langkah ini sangat krusial mengingat kapasitas pengolahan sampah kota yang harus terus diimbangi dengan upaya pengurangan sampah dari hulu oleh masyarakat itu sendiri.