Setelah bencana melanda, meskipun bantuan makanan dan medis tiba, risiko wabah penyakit masih mengintai, terutama di area pengungsian yang padat. Dalam situasi ini, peran relawan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam memberikan Edukasi Higienitas menjadi sangat krusial. Edukasi Higienitas adalah kunci untuk memberdayakan para penyintas agar mampu melindungi diri dan komunitas mereka dari penularan penyakit. Edukasi Higienitas yang berkelanjutan dan mudah dipahami adalah bagian integral dari misi tim Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) PMI, menjamin bahwa setiap individu memahami praktik kebersihan dasar yang dapat menyelamatkan nyawa di tengah krisis.
Program promosi kesehatan yang dijalankan PMI bersifat interaktif dan menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan. Topik utama yang selalu ditekankan adalah pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) pada lima waktu kritis: sebelum makan, setelah dari toilet, sebelum menyiapkan makanan, setelah membersihkan bayi/anak, dan setelah kontak dengan hewan/tanah. Relawan PMI sering menggunakan media sederhana seperti poster bergambar atau lagu anak-anak untuk menyampaikan pesan ini. Sebagai contoh, saat terjadi bencana gempa bumi di wilayah tersebut pada 7 Juni 2027, relawan PMI menyelenggarakan sesi Edukasi Higienitas di tenda anak-anak setiap hari pukul 10.00 WIB, dengan kehadiran rata-rata 50 anak per sesi.
Selain CTPS, relawan PMI juga memberikan panduan tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan pembuangan kotoran yang benar di pengungsian. Mereka menunjukkan lokasi MCK darurat dan titik pembuangan sampah yang telah disiapkan oleh tim WASH. Edukasi ini juga mencakup cara menyimpan air minum yang aman dan membersihkan peralatan makan. Pemahaman yang baik tentang kebersihan lingkungan sangat menentukan keberhasilan PMI dalam menjaga lingkungan pengungsian tetap sehat.
Dalam menjalankan misi Edukasi Higienitas di tengah kepadatan pengungsian, koordinasi dan keamanan juga menjadi pertimbangan penting. PMI bekerja sama dengan aparat keamanan untuk memastikan sesi edukasi berjalan lancar dan tertib. Pada hari Sabtu, 10 Juni 2027, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) setempat menugaskan dua anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) untuk mendampingi relawan saat mereka melakukan kunjungan dari tenda ke tenda. Kehadiran petugas ini tidak hanya menjamin keamanan relawan dan peserta, tetapi juga menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap upaya promosi kesehatan ini. Dengan demikian, PMI tidak hanya menyediakan bantuan fisik, tetapi juga menanamkan kebiasaan sehat yang akan bermanfaat bagi para penyintas bahkan setelah mereka meninggalkan pengungsian.