Demam Tinggi dan Kejang Demam pada Anak: Langkah Awal Penanganan Sebelum ke Fasilitas Kesehatan

Demam tinggi pada anak adalah kondisi yang umum, namun ketika disertai dengan kejang demam (febrile seizure), hal itu dapat memicu kepanikan luar biasa pada orang tua. Kejang demam biasanya terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun dan sering dipicu oleh peningkatan suhu tubuh yang cepat (biasanya di atas $38.5^\circ \text{C}$). Menguasai Langkah Awal Penanganan yang tepat di rumah sangat krusial untuk mencegah komplikasi dan menstabilkan kondisi anak sebelum mencapai fasilitas kesehatan. PMI (Palang Merah Indonesia) dan lembaga kesehatan lainnya selalu menekankan pentingnya respons yang tenang dan terukur dalam situasi ini.

Sebagai contoh, insiden kejang demam yang dialami seorang balita di daycare (tempat penitipan anak) di kawasan Bintaro Sektor 9 pada hari Rabu, 6 November 2024, pukul 10.45 WIB, memerlukan tindakan sigap dari pengasuh. Kegagalan melakukan Langkah Awal Penanganan yang benar dapat membahayakan anak, terutama risiko cedera fisik saat kejang atau tersedak.

Tindakan pada Demam Tinggi

Demam adalah mekanisme tubuh melawan infeksi. Demam tinggi harus diturunkan segera untuk mencegah kejang.

  1. Berikan Obat Penurun Panas: Berikan parasetamol atau ibuprofen sesuai dosis berat badan yang dianjurkan dokter. Catat waktu pemberian obat.
  2. Kompres Hangat: Kompres area lipatan tubuh (ketiak dan selangkangan) dengan air hangat kuku, bukan air dingin atau alkohol. Air hangat membantu melebarkan pembuluh darah di permukaan kulit sehingga panas tubuh lebih mudah dilepaskan.
  3. Pakaian Tipis: Lepaskan pakaian tebal anak dan pakaikan pakaian yang tipis dan mudah menyerap keringat.

Langkah Awal Penanganan Saat Anak Kejang

Jika kejang sudah terjadi, fokus harus dialihkan dari menurunkan demam menjadi menjaga keselamatan anak dan jalan napasnya:

  1. Tetap Tenang dan Amankan Anak: JANGAN panik. Pindahkan anak ke tempat yang aman, jauh dari benda keras atau tajam (misalnya, pinggiran meja atau kursi). Posisikan anak di lantai.
  2. Miringkan Tubuh (Recovery Position): Segera miringkan anak ke satu sisi (posisi pemulihan). Tindakan ini sangat penting untuk mencegah cairan (seperti air liur atau muntahan) masuk ke paru-paru dan menyumbat jalan napas.
  3. Jangan Masukkan Apapun ke Mulut: JANGAN pernah memasukkan jari, sendok, atau benda apapun ke dalam mulut anak saat kejang, meskipun khawatir lidah akan tergigit. Upaya ini justru bisa menyebabkan cedera gigi, melukai jari Anda, atau menyumbat jalan napas lebih jauh.
  4. Longgarkan Pakaian: Longgarkan semua pakaian ketat di leher dan dada.
  5. Catat Waktu: Catat dengan tepat durasi kejang. Kejang demam sederhana biasanya berlangsung kurang dari 5 menit. Jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit, ini dianggap sebagai status epileptikus dan memerlukan intervensi medis darurat.

Setelah Kejang Berakhir

Setelah kejang berhenti, anak mungkin akan mengantuk atau tidur. Langkah Awal Penanganan selanjutnya adalah mempertahankan posisi pemulihan hingga anak benar-benar sadar dan responsif. Berikan kembali obat penurun panas, melalui anus (supositoria) jika perlu, untuk mencegah kejang berulang.

Segera hubungi layanan darurat (112) atau bawa anak ke rumah sakit (misalnya, IGD RS Pondok Indah) setelah kejang berakhir, terlepas dari durasinya. Petugas medis (misalnya, dari Tim Ambulans Gawat Darurat Dinkes) akan membutuhkan informasi spesifik mengenai durasi kejang dan suhu tubuh tertinggi yang dicapai. Menurut panduan terbaru dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sebagian besar kejang demam tidak berbahaya, namun evaluasi oleh dokter wajib dilakukan untuk menyingkirkan penyebab serius lainnya. Langkah Awal Penanganan yang tenang dan tepat akan sangat membantu proses pemulihan anak.