Bersama Hadapi Bencana: Pendekatan Terpadu PMI dalam Penanggulangan

Indonesia, dengan lanskap geografisnya yang rentan terhadap berbagai jenis bencana, membutuhkan strategi penanggulangan yang komprehensif dan terkoordinasi. Dalam upaya ini, Palang Merah Indonesia (PMI) mengadopsi pendekatan terpadu yang menekankan pentingnya Bersama Hadapi Bencana. Filosofi ini membimbing setiap langkah PMI, mulai dari kesiapsiagaan, respons darurat, hingga tahap pemulihan, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah.

Pendekatan terpadu PMI dimulai dari edukasi dan penguatan kapasitas masyarakat. PMI tidak hanya menunggu bencana terjadi, tetapi aktif turun ke lapangan untuk membekali warga dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan. Contohnya, pada tanggal 14 Juni 2025, PMI bekerja sama dengan Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Solo mengadakan pelatihan evakuasi kebakaran dan pertolongan pertama di Pasar Klewer. Sebanyak 150 pedagang dan staf pasar dilatih teknik pemadaman api ringan dan penanganan korban. Inisiatif semacam ini adalah bagian dari komitmen untuk Bersama Hadapi Bencana dengan masyarakat yang lebih siap.

Saat bencana melanda, PMI menerapkan respons yang terintegrasi dengan berbagai pihak. Ketika terjadi erupsi Gunung Bromo pada 20 April 2025, PMI segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan kepolisian dari Polsek Sukapura, Probolinggo. Tim respons cepat PMI yang berjumlah 60 relawan tiba di lokasi dalam waktu tiga jam, membantu evakuasi 500 warga ke posko pengungsian dan mendistribusikan 2.000 masker N95. Logistik PMI yang selalu siaga juga menjadi aset penting dalam mendukung operasi gabungan ini, memastikan Bersama Hadapi Bencana secara efektif.

Selain itu, PMI juga berfokus pada pemulihan pasca-bencana dengan pendekatan holistik. Setelah banjir bandang di Sigi, Sulawesi Tengah, pada 8 Maret 2025, PMI tidak hanya menyediakan bantuan dasar tetapi juga memfasilitasi layanan psikososial untuk korban trauma. Sekitar 10 konselor PMI secara bergantian memberikan dukungan kepada 150 anak-anak dan 80 orang dewasa di pengungsian selama satu bulan penuh. PMI juga membantu dalam pembersihan lingkungan dan penyediaan air bersih, berkolaborasi dengan komunitas lokal dan sukarelawan untuk Bersama Hadapi Bencana hingga tuntas.

Secara keseluruhan, strategi pendekatan terpadu PMI dalam penanggulangan bencana adalah cerminan nyata dari semangat Bersama Hadapi Bencana. Dengan melibatkan masyarakat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, PMI membangun fondasi yang kuat untuk ketahanan bencana di Indonesia, memastikan setiap krisis dapat dihadapi dengan kekuatan kolektif.