Ketersediaan darah yang aman dan berkualitas adalah fondasi utama dalam pelayanan kesehatan, dan Palang Merah Indonesia (PMI) memahami betul pentingnya hal ini. Melalui penerapan Standar Tinggi PMI dalam setiap tahapan pengelolaan darah, PMI memastikan bahwa setiap tetes darah yang didonorkan dapat memberikan manfaat maksimal tanpa risiko bagi penerimanya. Ini adalah komitmen mutlak demi kesehatan dan keselamatan masyarakat.
Pengelolaan darah di PMI dimulai dari proses rekrutmen donor. PMI tidak sembarangan menerima donor; setiap calon donor harus memenuhi kriteria kesehatan yang ketat, termasuk berat badan, tekanan darah, kadar hemoglobin, dan riwayat kesehatan. Proses skrining ini dilakukan oleh petugas medis profesional untuk memastikan donor dalam kondisi prima dan darah yang didonorkan sehat. Setelah proses donor, setiap kantong darah yang terkumpul akan melalui serangkaian pengujian laboratorium yang sangat ketat. Pengujian ini meliputi pemeriksaan terhadap penyakit menular seperti Hepatitis B, Hepatitis C, HIV, dan Sifilis. Ini adalah bagian dari Standar Tinggi PMI untuk menjamin keamanan darah sebelum didistribusikan. Pada tanggal 14 Juni 2025, dalam sebuah audit internal di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Semarang, tim auditor mengonfirmasi bahwa semua prosedur pengujian darah telah memenuhi standar keamanan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.
Setelah melalui pengujian, darah kemudian diolah menjadi berbagai komponen darah seperti Packed Red Cell (sel darah merah padat), Trombosit Concentrate (konsentrat trombosit), dan Plasma. Proses pemisahan komponen ini dilakukan dengan teknologi canggih dan mengikuti prosedur sterilisasi ketat untuk menjaga kualitas dan keamanan. Setiap komponen darah disimpan dalam suhu dan kondisi yang spesifik untuk mempertahankan viabilitasnya. Ini merupakan bagian tak terpisahkan dari Standar Tinggi PMI dalam menjaga kualitas produk darah. Bapak Dr. Antonius, Kepala UTD PMI Kota Surabaya, dalam sebuah seminar tentang transfusi darah pada 10 Mei 2025, menjelaskan bahwa sistem pelacakan (traceability) darah yang diterapkan PMI sangat ketat, memungkinkan setiap kantong darah terlacak mulai dari donor hingga ke pasien.
Distribusi darah dari UTD PMI ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan juga dilakukan dengan standar transportasi khusus yang menjaga suhu dan integritas produk darah. Petugas pengantar darah PMI dilatih untuk memastikan darah tiba dalam kondisi optimal. Dengan dedikasi terhadap Standar Tinggi PMI di setiap langkah, mulai dari donor hingga penerima, PMI tidak hanya menyediakan darah, tetapi juga menjamin bahwa setiap transfusi adalah aman dan efektif. Ini adalah wujud nyata komitmen PMI dalam memberikan pelayanan kemanusiaan terbaik.